Dalam rangka membangkitkan kembali
eksistensi Marga Liwa, Sai Batin Marga Liwa dan Generasi Muda Marga
Liwa, mengadakan Festival Marga Liwa yang pertama, pada tanggal 11
Agustus 2013, pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, di area Kampung
Batin-Lamban Gedung Marga Liwa, Negeri Agung Pekon Way Empulau Ulu,
Lampung Barat. Festival Marga Liwa yang pertama ini memiliki beberapa
rangkaian acara. Diawali dengan prosesi lapah Sai Batin (arak-arakan
adat) penyambutan Suntan Pangeran Indrapati Cakranegara VII / Muhammad
Harya Ramdhoni J, M.Soc.Sc., Ph.D., didampingi Pemapah Dalom Gedung
Dalom Kesaibatinan Marga Liwa Pamanda Kolonel CHK Zulkifli Moeis, SH,
MH, Festival Marga Liwa dilanjutkan dengan opening ceremony, Pentas Seni, Deklarasi Generasi Muda Marga Liwa, dan Gelaran Perlombaan Seni Tradisional.
Dalam sambutannya Sai Batin Marga Liwa,
Suntan Pangeran Indrapati Cakranegara VII menegaskan bahwa
diselenggarakannya event rakyat ini sebagai pertanda kecintaan
masyarakat adat terhadap warisan budaya lelulur yang sudah ada sejak
zaman Suku Tumi, Sekala Berak Kuno dan diteruskan oleh keberadaan
Kerajaan Islam Paksi Pak Sekala Brak. Peradaban tua Suku Tumi Umpu
Betawang yang mendiami sebagian besar wilayah Marga Liwa kini, tetap
kokoh memegang tata petiti adat aslinya meski telah mengalami
percampuran budaya dengan Paksi Pak Sekala Berak.
Festival Marga Liwa menampilkan
Pagelaran Seni Tari Pahar Agung garapan Novan Saliwa, Tari Sembah, dan
Nyambai Pembuka, yang ketiganya dibawakan oleh Sanggar Seni Semilau,
sanggar seni Marga Liwa. Ribuan masyarakat antusias menyaksikan hajat
rakyat ini, dihadiri oleh perwakilan Paksi Pak, utusan keluarga besar
Marga Liwa yang bermukim di Negara Batin Tanggamus, dan berbagai elemen
masyarakat Lampung Barat. Untuk Deklarasi Generasi Muda Marga Liwa
sendiri, manifesto organisasi dibacakan oleh tiga inisiator yakni
Ahmadi, Khoirul Imrah, dan Ani Listia Anwar. Generasi Muda Marga Liwa
didirikan sebagai wadah bersatunya kekuatan generasi muda Marga Liwa.
Organisasi yang dicita-citakan menjadi organisasi pembawa arus
pembaharuan namun senantiasa menjaga nilai-nilai murni budaya Sai Batin.
Untuk pelaksanaan perdana Festival Marga
Liwa mengusung tema “Mulang pekon niyuh ngelama” mengadakan perlombaan
seni tradisional yaitu Nyambai dan Mahapan dengan peserta 12 pekon
(desa) yang berada diwilayah adat Marga Liwa. Keluar sebagai utusan
terbaik Gelaran Perlombaan Seni Tradisional dengan total nilai 2678,
pekon Sebarus.
Sebagai bagian dari usaha pelestarian aset budaya daerah yang lahir dari semangat untuk “Beguwai Jejama” dari segenap elemen masyarakat secara mandiri dalam wilayah Marga Liwa, sudah selayaknya kegiatan seperti ini mendapat perhatian positif dari segala pihak, utamanya agar perhelatan ini dapat lebih bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Semangat dari masyarakat untuk bangkit mempertahankan budaya hendaknya dipupuk dan didukung demi hidup berkembang dan lestarinya kebudayaan daerah di setiap wilayah adat di kabupaten Lampung Barat.
*Acara pendukung Festival Marga Liwa yaitu:
1. Pesta Sekura (Pawai Sekura dan Panjat Pinang)
2. Demonstrasi Kue tua Marga Liwa / Kekuk Intor
3. Halal Bihalal Marga Liwa (acara malam hari).Sumber : Berita Daerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar